Pengumuman

Halo teman-teman semua, readers maupun followers blog ini terima kasih atas bantuannya selama ini. Sekarang, aku sudah pindah blog ke https://wattanabe.com/. Insyallah tulisannya lebih banyak tentang info kesehatan dan pembelajaran, baik dari lagu asing maupun buku atau film. Semoga kita bisa tetap menjalin silaturahmi di ‘rumah’ku yang baru. Semoga saya juga bisa selalu memberi manfaat buat teman-teman semua. Terima kasih

Cara Nya Mengetuk Syukurmu

Peristiwa apa yang membuatmu tersadar, bahwa saat ini adalah kondisi terbaik yang Dia berikan untukmu? Belum ada atau kau yang tutup mata?

Mari dengarkan sebuah cerita, siapa tahu ini adalah cara Nya mengetuk syukurmu..

Dulu, bekerja di Rumah Sakit dan bertemu pasien merupakan kebanggaan tersendiri yang kadang membuat tinggi hati. Entah sebagai asisten perawat maupun sebagai asisten dokter, sama menyenangkan dan prestisenya. Kemudian, rasa ingin kembali sempat hinggap karena rasa bosan, hingga muncullah kasus covid.

Covid membuat semua tenaga kesehatan menjadi sangat risiko tinggi terinfeksi, harus bekerja keras bahkan dikucilkan. Mungkin kerja keras dan dikucilkan, masih kalah dengan kesedihan tak bisa merengkuh keluarga tersayang. Hanya bisa menatap dari jauh, dan tak sedikit yang akhirnya berpulang.

Sungguh, tak terbayang jika harus pisah dari keluarga. Jika harus melepas rindu tanpa bisa bertemu. Jika harus saling menguatkan tanpa bisa menggenggam tangan. dan Tuhan berkata, “Kau tidak mampu untuk itu, maka cukup lakukan yang ada didepanmu”. Tak perlu waktu lama baginya untuk tersadar, hingga ia mengucap beribu syukur. Saat ini ia memiliki kemewahan, menjaga buah hati sekaligus menekuni hobi yang digaji, di masa pandemi.

Bagaimana, masih perlu kisah lainnya?

Berada di lingkungan yang kompetisi akademiknya tinggi, membuat kita bercita-cita untuk bisa sekolah setinggi-tingginya tentu di tempat-tempat bergengsi yang ada di seluruh dunia. Satu persatu teman-temannya pergi menempuh studi magister hingga doktoral, beasiswa pastilah tentunya. Mari sebut negaranya, Belanda, Inggris, Jepang, Rusia, Italia, kau bisa mengabsen semuanya dari klub sepakbola favorit, dan teman-temannya sudah menginjakkan kaki mereka disana.

Kau pasti sudah bisa menebak, bukan. Ia ingin merasakan hal yang sama. Awalnya karena ingin mengikuti arus, ia kira perlahan waktu, semuanya akan padam. Nihil, semangat itu memaksa keluar setiap kali bersinggungan dengan ilmu kesukaannya dan saat mengikuti berbagai tes kemampuan. Benar, ia bertekad akan memulainya lagi suatu saat, menuntaskan mimpi yang tertunda, katanya. dan Negeri Matahari Terbit adalah tujuannya.

Ternyata, selustrum melapukkan semangatnya. Bukan karena terlalu lama menunggu, bukan juga karena putus asa oleh waktu. Ia tahu, ada hal berharga yang tak bisa ditukarnya dengan benda berharga apapun. Kebersamaan dengan seseorang yang dengan wajah lugu menyebutnya “terima kasi, ya ibu. aku sayaaaang ibu”.

Saat itulah Tuhan menyapanya “kuberikan dia untukmu, sayangi dan bantu dia agar memiliki semangat belajar sepertimu. berikan semua hal terbaik yang sulit kau dapatkan dulu. karena kamu pasti bisa membuat sejarah tak berulang kepadanya. sekali dia ‘menggigit’ iman dan ketaqwaan selama hidupnya, itulah kesuksesan terbesarmu. bukankah anak yang sholih/ah jauh lebih membanggaan dan melegakan hati, ketimbang anak pintar yang tak berbudi?”

Apakah kau penasaran bagaimana akhirnya? Karena memang kisah itu belum berakhir…

Semoga kesempatan berikutnya, kau yang akan menceritakan kisahmu. Karena kadang, kesenangan dunia hanya terlihat diluar, kelegaan dan bahagia hanya hatimu yang bisa menjawabnya.

Artikel ini juga ditayangkan di rumah baruku https://wattanabe.com/cara-nya-mengetuk-syukurmu/. Yuk bertamu 🙂

Merasa Cukup

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, untuk semua pengunjung. Masih terasa suasana idul fitri, mengingat ini adalah H+4, yang biasanya semua berita diwarnai dengan arus balik. Tapi tidak dengan kali ini, masih tetap diwarnai angka-angka morbiditas dan mortalitas Covid-19.

Bagaimana kondisi kalian dan keluarga? Semoga baik-baik saja.

Jadi, masih mengeluh karena tetap harus bekerja selama pandemi? Syukuri saja ya, banyak orang diluar sana tak punya pekerjaan karena perusahaan dihantam kerugian.

Jadi, masih mengeluh karena gaji berkurang? Syukuri saja, banyak orang di luar sana yang bekerja tapi gajinya tak kunjung dibayar.

Jadi, masih mengeluh karena di PHK? Syukuri saja, paling tidak saat ini kondisi sehat sekeluarga.

Jadi, masih mengeluh karena tidak bisa jalan-jalan rekreasi? Syukuri saja, paling tidak kita berkumpul di rumah bersama keluarga. Banyak tenaga kesehatan yang sangat kangen rumah dan keluarga tapi tugas tak bisa ditinggalkan.

Ketahuilah, Tuhan selalu adil, keadilan langit mengambil beragam bentuk. Saat kita tak mengenali bentuknya, jangan lantas bilang hidup tak adil. Bekerja keraslah dan lakukan yang terbaik, bukankah itu yang menjadi bekal kita menghadap Illahi.

Yuk, siapkan senyum terbaik dan semangat.

Tulisan ini juga ditayangkan di rumah baruku https://wattanabe.com/merasa-cukup-jadi-masih-mengeluh/

Nyalakanlah lilin

Berhubung saat ini sedang berkutat dengan konten bertema kesehatan, maka materi ini cukup cocok dijadikan konten, ditengah pandemi yang menuntut kita untuk selalu menjaga higienitas diri.

Sempat berpikir, tampaknya sulit membuat tampilan berupa infografis, poster atau media yang menarik untuk disebarluaskan dan mudah dipahami. Tapi ternyata tidak terlalu sulit juga lho, saat ini sudah banyak template poster, infografis yang tersedia free dengan desain yang cantik.

Kalau desain yang original (dari mulai gambar dan animasi hasil sendiri) tentu sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Tapi tujuan dari membuat konten adalah bisa dipahami oleh banyak orang dan menarik untuk dibaca.

Berawal dari ketidakpuasan terhadap sesuatu, maka saya mencoba membuat poster konten tentang PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Benar, saya mencoba menyalakan lilin, dibanding mengutuki “kegelapan”. Saya berharap semoga pesan ini bisa tersampaikan kepada siapa saja yang bekerja dibidangnya.

Terakhir, bagi saya sumber kredibel itu sangat amat penting. Sungguh percuma jika membuat konten tapi dari sumber yang tidak jelas. Selain bisa memicu hoax, info yang tidak jelas justru membahayakan bagi orang.

Sepertinya tulisan ini lebih ke curhat ya, hehe. Saya mau memberi tahu, bagi siapapun yang mau membuat konten, kalian bisa menggunakan template cantik yang banyak ragamnya di canva. Seperti konten yang saya buat dibawah ini, bersumber dari materi Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI (iya, saya lupa mencantumkannya di konten hehe).

phbs

Tulisan ini juga ditayangkan di rumah baruku https://wattanabe.com/nyalakanlah-lilin-bekutat-dengan-konten/

Bagaimana jika bukan?

Terkadang, asumsi membuat kita menjadi orang yang tidak tergesa-gesa dalam memutuskan. Tetapi lebih sering tidak jadi melakukan suatu hal, karen asumsi yang berlebihan. Sesuatu yang berlebihan memang tak pernah baik.

Sayangnya kebohongan mengaburkan kebenaran yang pahit. Lebih sering dalam hal berbuat baik.

Adanya berita yang mengungkap tentang pengemis memiliki uang milyaran, membuat kita berdecih saat melihat pengemis yang ‘benar’. Adanya berita mengungkap wanita peminta-minta yang menggendong anaknya, sebenarnya memberi obat tidur pada bayi sewaan agar mereka tidak rewel dan tetap tidur selama beraksi sebagai peminta-minta, membuat kita saat melihat hal yang sama, akan bergumam “paling itu bohongan”.

Lalu pemahaman kita terbangun, bahwa orang yang peminta-minta/pengamen/pemulung adalah orang licik yang mengada-ada.

Padahal kalau kita pikirkan kembali, dizaman dimana smartphone canggih lebih utama ketimbang makanan bergizi, siapa sih yang mau terlihat susah hidupnya? Hari ini, semua orang pamer apapun, pamer uang, pamer perjalanan, pamer harta, bahkan pamer wajah yang rupawan meski hanya editan.

Sungguh, tak ada yang ingin terlihat miskin. Namun jika dia ‘benar’ orang tak berpunya, kau bisa lihat perbedaannya dengan dirimu.

Jika kau kedatangan seorang ibu yang mengaku tersesat, rumahnya jauh di desa, dan tidak punya ongkos untuk pergi. Apa yang akan kau lakukan? Mengusirnya, karena dia bisa saja berbohong? atau memberinya pertolongan?

Sebelum menjawab, tolong dengarkan aku dulu. Tuhan meminta pertanggungjawaban darimu, jika ada saudaramu yang mati kelaparan sedang kau berlebih dalam harta. Jangan lupakan juga, bahwa Tuhan akan meminta pertanggungjawaban dari setiap orang yang berbohong. Cepat atau lambat, Tuhan akan membalasnya. Lalu apalagi yang kau risaukan?

Jika ibu itu berbohong, sungguh tak ada hubungannya denganmu, itu urusannya dengan Tuhan. Tapi jika ibu itu bersaksi benar, dan kau mengusirnya, apa yang kau jawab jika Tuhan meminta pertanggungjawabannya?

Maka, tak perlu ragu, jika kau mampu dan bisa membantu. Karena sungguh, bilapun ia berbohong, kau tidak rugi. Tidak. Karena kebaikanmu, bukan dia yang akan membalasnya, tapi Tuhan.

Saat semua orang sudah tak ragu dalam membantu sesama, lihatlah, kehidupan akan semakin baik, semakin damai dan aman. Mungkin tak akan ada lagi aksi kriminal mengatasnamakan kemiskinan/kesusahan.

Saat dunia sudah seperti ini, tolong beritahu aku.

Tulisan ini juga ditayangkan di rumah baruku https://wattanabe.com/bagaimana-jika-bukan-kita/

Sajak; Paradoks

Penulis favoritku pernah mengatakan, orang jujur akan menjadi pembohong yang baik. Sempat ku cerna, mengapa? Baru ku-tahu ternyata bila orang jujur khilaf -ia berbohong- maka semua orang akan mempercayainya. Karena orang-orang tahu, ia adalah orang jujur, sehingga dapat dipercaya. Sungguh ini fatal sekali.

Agak serupa dengan pengalamanku. Namun ini bukan soal jujur-bohong. Melainkan tabiat.

Seseorang meledekku dengan mengatakan “tolong berhenti melihat hp sambil bernyanyi dan bergerak-gerak”. Lalu ibuku berkata “dia bukan tipe yang suka berjoget dan bernyanyi, apalagi lagu-lagu korea. kalau kegiatan kaku seperti menendang/memukul (tae kwon do) itu baru kebiasannya”. Aku hanya bisa tertawa.

Lihat bagaimana orang-orang tidak akan mempercayai bila aku menyukai salah satu boygrup negeri ginseng. Bahkan ibuku tidak percaya, (aku sendiri masih denial memang wkwkwk, kenapa bisa suka) kalau akhir-akhir ini aku suka melihat MV lagu kesukaanku.

Aku belajar, bahwa seseorang akan dipercaya dengan apa yang rutin dilakukannya. Bila ia melakukan hal yang berlawanan, orang-orang cenderung sulit percaya pada awalnya.

COVID-19

Dunia dilanda kekhawatiran dengan kemunculan penyakit COVID-19, yang diakibatkan oleh virus Corona tipe baru pada 31 Desember 2019 di Wuhan, Cina. Semakin banyak negara yang mengkonfirmasi jumlah kasus tentang adanya infeksi di wilayah mereka. Terdapat dua sumber data yang baik yang saya ketahui saat ini, dan dapat kita gunakan untuk melihat informasi jumlah kasus yang tersebar di seluruh dunia, yaitu :

  1. Coronavirus COVID-19 (https://gisanddata.maps.arcgis.com/apps/opsdashboard/index.html#/bda7594740fd40299423467b48e9ecf6)
  2. WHO (https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019)

Meski banyak yang menyangsikan kemampuan Indonesia dalam mendeteksi kasus, namun semoga para pembuat kebijakan, para tenaga kesehatan dan semua lini yang berperan dalam mencegah dan mengatasi kasus COVID-19 selalu diberi kemudahan dalam melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.

Daripada masing-masing kita dilanda panik yang tidak menentu, ada baiknya kita melakukan tindakan pencegahan agar senantiasa terlindung dari infeksi virus Corona tipe baru tersebut. Video dari WHO dibawah ini, menjelaskan cara-cara pencegahan yang dapat kita lakukan. Yuk disimak!

Referensi : Coronavirus disease (COVID-19) outbreak (https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019)

Sudut pandang lain mengenai film pemenang Oscar

Beberapa minggu yang lalu, saya sudah menonton film Parasite, yang memenangkan penghargaan Oscar. Film ini memang bagus, pesan baiknya bisa tersampaikan, dan yah fenomena umum dimana terdapat orang yang sangat berkekurangan dan disisi lain terdapat orang yang sangat berkecukupan.

Namun, yang membuat saya sedih, yaitu, entah kenapa justru sisi balas dendam yang kejam dan keserakahan yang benar-benar membekas setelah menontonnya. Mungkin karena peristiwa balas dendam diletakkan pada akhir film, dimana terjadi rantai pembunuhan antara keluarga pembantu lama kepada keluarga pembantu baru, dan keluarga pembantu baru kepada pemilik rumah.

Beberapa hal positif yang bisa saya petik dari film tersebut yaitu :

  1. Bila mendapat kepercayaan dari siapapun, apalagi dari teman baik, tentu kita harus menjada, bukan mencemarinya.
  2. Untuk apapun alasannya, memalsukan/berbohong adalah hal yang buruk.
  3. Serakah tidak akan hilang pada diri seseorang, sampai musibah yang akan menghentikannya.
  4. Kebohongan pertama akan diikuti oleh kebohongan-kebohongan lainnya.
  5. Mulut yang tidak dijaga perkataannya akan membawa musibah bagi pemiliknya. (suami pemilik rumah selalu membicarakan kepada istrinya betapa baunya aroma si supir baru, dan si supir baru harus mendengar pembacaraan tersebut saat sedang bersembunyi).
  6. Jika kita bekerja di suatu tempat, entah tempat mewah atau sederhana, jangan pernah kurang ajar menggunakan fasilitas disana saat orang-orang tidak ada. itu sungguh kurang ajar dan tidak sopan. mintalah ijin dahulu kepada pemilik tempat.

Tentu ini adalah pendapat pribadi, namun hal penting bagi saya adalah selalu ambil hal terbaik. Harapan saya, semoga dunia perfilman khususnya di Indonesia bisa semakin banyak menonjolkan pesan baik dari alur cerita.

 

 

Sajak : Egois

Aku tidak mau jadi manusia egois,

yang hanya memikirkan mencari uang untuk diri sendiri/keluarga. yang hanya mementingkan diri sendiri/keluarga. meski terkadang memang benar, saat kita kesulitan keluarga lah yang lebih dulu memperhatikan. jika kamu merasa seperti ini, berarti mainmu kurang jauh.

Aku tidak mau jadi manusia egois,

yang hanya berpikir untung rugi saat memutuskan melakukan sesuatu. yang hanya memikirkan, apa keuntungan bagiku jika bersedia melakukannya. yang tidak peduli pada kesulitan orang lain.

Aku sudah cukup menjadi manusia egois selama ini,

sudah cukup menjadikan hari sabtu dan minggu hanya untuk bersantai. sudah cukup terlalu sibuk memikirkan diri sendiri. sudah cukup merasa ‘repot’ dengan urusan sendiri sehingga enggan membantu orang lain.

Maka…..

Kuputuskan, untuk menjadi lebih berguna bagi orang lain. kuputuskan untuk menolong orang lain dengan hal yang kupunya. bukan uang tentu saja, bila dibandingkan dalam hal ekonomi, tentu aku jauuuh lebih dibawah dibanding mereka.

Kuputuskan, untuk lebih banyak menyedekahkan waktuku bagi mereka yang kesulitan personil dan membutuhkan bantuan. Kupikir ini hal yang paling bisa kulakukan. Tentu dengan mengharap ridho-Nya, bahwa apa yang kuberikan dapat menjadi sumbangsih bagi kesejahteraan orang lain dan bagi diriku di akhirat kelak. Terdengar seperti berlebihan ya? tapi memang itu kenyataannya. Meski tidak secara langsung.

Hasilnya….

Mereka tidak ada hubungan darah denganku, namun saat aku mengalami hal luar biasa, tentu mereka datang untuk menjenguk, mendahului orang-orang yang memiliki hubungan darah. Mereka tak segan membantuku meski aku tak mengucapkan ‘aku butuh bantuan’. Mereka berusaha selalu ada, meski tanpa kehadiran. Ah aku tak pernah berpikir mereka akan datang, bukan apa-apa, karena kutahu, jam terbang mereka luar biasa padat.

Mereka selalu menunjukkan sikap berlian pada siapapun pada kondisi apapun, yang aku selalu berusaha belajar dari mereka. Nasihat-nasihat terbaik selalu kudapatkan dari mereka.

dan akhirnya kusadari…

orang-orang tulus seperti mereka, bisa kita temukan saat kita benar-benar tulus juga kepada semua orang. orang-orang jujur pun bisa kita temukan jika kita juga sehari-hari bersikap jujur. dan orang-orang baik, bisa kita temukan bila kita juga terbiasa berbuat baik kepada semua orang.

dan kamu, akankah kamu selalu merasa paling tinggi, sehingga enggan menolong orang lain sedikit saja. akankah kamu merasa paling hebat, sesumbar kesana kemari, sehingga enggan berbagi ilmu atau bahkan sekedar kata-kata sakti seperti terima kasih, maaf dan tolong. kau tahu kan, Tuhan tak pernah tidur, selama kamu berbuat tidak baik, Tuhan akan selalu mempertemukanmu dengan orang yang sejenis. Atau katakanlah, Tuhan mempertemukanmu dengan orang baik, namun jika kamu masih angkuh, orang baik itu perlahan juga akan meninggalkanmu.

dan ingatlah, kita akan bersaksi atas segala yang kita lakukan didunia. meskipun hanya makian dalam hati, itu akan kita akui.

Sajak : Jangan Kotori Tanganmu

Ternyata, ada benarnya menahan diri untuk tidak membalas seseorang yang menyusahkanmu.

Ternyata, ada baiknya membesarkan hati untuk tetap lapang terhadap kelicikan orang lain.

Ternyata, selalu ada hal baik yang bisa didapat daripada membalas perlakuan bodoh dari orang bodoh.

Lihat, tanpa perlu melaporkan, Yang Paling Berkuasa tahu, bagaimana harus menertibkan.

Lihat, tanpa perlu mengumpulkan bukti, Yang Paling Berkuasa tahu, bagaimana harus memegang kendali.

Lihat, bahkan tanpa aku bicara sepatah kata pun, Yang Maha Kuasa membongkar segalanya. Dan mempersilahkan padaku untuk menonton pertunjukan ini.

Ia ingin aku tahu, bahwa keadilan tak pernah pergi, hanya menunggu waktu yang tepat. Bahwa pembalasan selalu ada, hanya saja, apakah kau diizinkan melihat pertunjukannya atau tidak.

Demikian, jadi, tolong jangan kotori tanganmu. Dirimu terlalu berharga untuk melakukan hal sia-sia.